Sabtu, 10 November 2012

Ngeluh. Dicurigain. Terserah.

Ngeluh...
Jauh sih, tapi kalo udah kelamaan nunggu, harus sadar juga, dan coba kamu tanya pacar kamu, dia udah mulai ngeluh belum?


Pacar, kadang kalo udah mulai ngeluh, bahaya banget. bisa curhat sana-sini, bisa cari yang bisa dicurhatin ke sana-sin, berbahayanya kalau dia dapetin teman curhat yang lawan jenis, dan bakal gampang banget ketemu dengan yang namanya "nyaman" walaupun kita masih bingung antara "nyaman" atau "pelampiasan". 

Harus jaga-jaga, maksudnya kamu harus sedia badan kalo pacar kamu udah mulai ngeluh, seenggaknya kalo pacar mulai ngeluh ke kamu langsung ya satu kata; KETEMUIN. Inget, pacar kamu di sana gak sendirian; kadang ada aja pengganggu hubungan kamu sama dia. rawan kena modus, sadarrr! 

Karena di setiap kesendirian kita, sudah banyak benalu yang sudah siap untuk menempel ke hati yang sedang rindang. 

Dicurigain

Dia gak berubah kok cuma kamunya aja, insecure-nya terlalu berlebihan dan suka mikir yang macem-macem sama dia. Yang berubah itu bukan dia, tapi kamu. curiga kok kadarnya banyak banget. nanti overdosis. 

Kamu kangen dia yang dulu? padahal dia jauh lebih kangen sama kamu, kamu yang dulu. dulu gak se-protectif seperti ini. Peka itu bagus, terlalu peka itu disangka gak percayaan. jadi kadarnya yang sedeng-sedeng aja. 

Kamu sempet mikir enggak, apa enaknya dicurigain? dan posisinya, kamu yang dicurigain mulu gimana? apa enak? Dia juga bakal kesal, enggak enak tau yg namanya dicurigain. selingkuh enggak, yang ada malah sekalian aja dengan apa yang kamu curigain ke dia. 
Terus kalau kamu sadar emang gak enak dicurigain, kenapa terus-menerus nyurigain dia? Enggak ada yang enak sama yang namanya dicurigain, makanya intropeksi diri jauh lebih baik.
Kamu udah sayang, kamu udah percaya, kamu udah nyaman, lalu untuk apa ada rasa curiga? Curiga hanya membuat dia semakin tidak nyaman sama kamu.
Sehingga dia punya alasan kuat untuk berkata "putus", kamu terlalu protectif. Curiga sama pacar itu akan membuat kamu menyesal, setelah kamu benar-benar kehilangan karena rasa protectifnya kamu.

Cara bagaimana menghilangkan rasa curiga terhadap pacar adalah, menanamkan rasa percaya terhadap pacar sedewasa mungkin.


Terserah...

Jangan ada kata "terserah" kalau lagi debat sama pacar, sama aja kayak ngasih kesempatan buat jenuh, Tahu sendiri kalo udah jenuh, pikirannya buka kepercayaan lagi. tapi pikirannya gimana biar dapet kasih sayang dan perhatian.


"Ya udah, terserah kamu" ~> Oh ya udah kalo terserah, aku langsung curhat ke orang lain kalo lagi berantem. 
"Ya udah, terserah kamu" ~> kalo terserah aku, aku biarin orang lain masuk aja dalam hubungan kita.
"Ya udah, terserah kamu" ~> kalo terserah aku, berarti kamu kasih kesempatan buat aku untuk ngedeketin yang lain.



Yang namanya udah kena modus, itu bahaya banget. gak ada kata kepercayaan, yang ada kata "nyaman". Dia emang gak kayak gitu (mudah kena modus) tapi dia bisa kayak gitu kalo kamu tetep cueknya gak ketolongan. Dalam semua hubungan bukan karena ada kata "terserah", tapi bagaimana bisa menyelesaikan semua masalah bukan dengan "Terserah". 

Cinta itu bukan "terserah kamu" tapi, " ya udah, aku yang salah dan aku minta maaf". 





Sabtu, 27 Oktober 2012

Agar Tidak Menyalahkan Kita.


Untuk meghargai rindu, terkadang ada beberapa waktu luang yang sering digunakan untuk mempermasalahkan hal-hal yang kecil, seperti childish-nya kita. mungkin, kita terlalu sering "ribut" saat waktu-waktu yang tidak tepat, saat kita memiliki waktu yang sedikit untuk menghubungi pacar, dan pacar sudah kalut akan kerinduannya, dan sering kita malah disalahkan karena tak pernah merindukannya. 

A: Ada banyak conversation singkat yang baru kita pahami maknanya setelah kejadian itu sudah berlalu lama. Penyesalan muncul di situ.
B: Setelah kau menyesal, kau bukan berniat berubah melainkan kau masih tetap mempermasalahkannya kan?
A: Memangnya ada di dalam dirimu sedikit saja waktu untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi di antara kita?
B: Maksudmu? aku tetap merenungkannya, dan aku sudah merasa bersalah dan akan ku rubah segala kesalahanku yang lalu. tapi, kau tak melupakannya, memaafkannyapun tidak. mempermasalahkannya sih iya.
A: Jangan salahkan aku dengan keadaanku yang sudah serba salah ini. Kau memperhatikan kesalahanku saja. Ah.
A: Jangan anggap aku menyalahkanmu, dan aku memperhatikan kesalahan-kesalahanmu. aku peduli denganmu, kau salah menilai.
A: Salah lagi kan aku dimatamu? Entahlah.
B: Aku sama sekali tak menyalahkanmu, aku peduli denganmu, kau masih saja salah menilai aku. aku peduli karena aku sayang kamu.
A: Aku tak tahu harus bersikap seperti apa, rindu pun sepertinya salah.
B: Kau bisa menjaga sikapmu sendiri, kau fikirkan saja. aku tak selalu menyalahkan kerinduanmu, yang terpenting adalah kau bisa mengontrol rasa rindumu itu saja. 
A: Anggapan kita tentang rindu memang sudah tak sesama seperti dulu lagi. Sudahlah, aku ingin tenang sebentar. Siapa tahu rindu ini bisa hilang. 
B: Dan kamu selalu menanggap aku sudah berubah. terserah, aku masih di sini dan tetap di sini yang hatinya berisikan namamu. 
B: Kapan kau bisa menenangkan kerinduanmu, yang aku tahu. berdiam diripun sama saja, tetap menyiksa kan? 
A: Aku tak bisa menenangkan rinduku sendiri. Itu saja.
B: Bukan kau tak bisa, tapi kau tak mencobanya. dan selalu gagal. coba sini sayang, aku bantu untuk menenangkan rindumu itu.
A: Aku tak bisa menenangkan rinduku sendirian. Kurang jelaskah bagimu? Aih. 
A: Iya, kau tak bisa menenangkan rindumu. sudah jelas. dan lebih jelas lagi kalau rindu ini selalu menjadi masalah.
A: Kau masih tak paham aku butuh kamu? Aku tidur ya. Selamat malam :) 
B: Yakin kamu mau tidur? yakin kamu bisa nahan kangen sampe tidur? tanpa ada suara aku , sekedar mengucapkan "Selamat tidur".
A: Entah sampai kapan kita terus-menerus menyalahkan masing-masing, padahal dulu tak pernah kita begitu. 
B: Keseringan berantem, bakal nemuin titik jenuh. dan di situ kita selalu nyari kesalahan2 yg gak mesti dipermasalahkan. 

Terjajah; kangen, emosi, dan rasa egois. beginilah cara kita menghadapi jarak yang memperumit hubungan, itu yang dinamakan ujian. Sering kali, kangen selalu mendramatisir keadaan, kadang memperumit keduanya. selalu yang disalahkan jarak dan penyesalan. Dan memang disitulah, kita benar-benar diuji;
  • Untuk tidak menyalahkan jarak.
  • Untuk tidak menyesal telah menjalani hubungan dengannya, karena berjauhan. 
  • Untuk benar-benar tidak mempersulit keadaan, yang sudah benar-benar sulit. 
Notes: dikomentarin yaaa, oiya, tulisan ini "DILARANG-COPY-PASTE ATAU MEMINDAHKAN KE BLOG TEMEN-TEMEN" mohon pengertian yang besarnya yaa. :)))  


Sabtu, 20 Oktober 2012

Gak kangen apa?


gak kangen apa? ketika muterin lagu dan lagu itu ngepas banget sama hubungan kamu. dan pacar bilang 'ini lagu buat kamu'.

gak kangen apa? pas ketemu becanda bareng, suka ketawa engak jelas, suka liatin dia terus kalo lagi berduaan.

gak kangen apa ya, nyium kening dan dicium keningnya. :')

gak kangen apa? saat dimana pacar ngusap-ngusap rambut kamu dan kemudian ada kecupan di kening.

gak kangen apa? pas dipegang tangannya terus tangannya dicium.

gak kangen apa, pas kita pisah di terminal/bandara/stasiun terus di sana kita nangis bareng, sampe diliatin banyak orang. terus kita ketemu di sana lagi. akhirnya aku sanggup nunggu kamu loh. sanggup nunggu, dan makasih yaa udah sempetin dateng ke tempat aku, jauh-jauh. kamu relain sisihin uang jajan, capeknya kerasa. :")

Gak kangen apa, dulu kita nonton bareng, yang aku tau. pas ngantri bareng kamu. itu kerasa banget moment kita berduanya, kerasa pas kita ngobrol lamanya. Ah, aku kangen kamu.

Jumat, 19 Oktober 2012

Sayembara [lagi]

Holaaa temen-temen semuaaaa...

Udah tau kan, kalau mimin lagi bikin buku #LDHearts #2, dan ini konsepnya bakalan beda dengan #LDRHearts yang udah terbit.

Sampe sekarang, mimin masih kekurangan banyak kisah Nyata bukan Fiksi. terutama:
HAPPY ENDING & LDR Beda Negara/Benua.
Yups, untuk kamu yang punya kisah #LDR seperti yang tadi mimin kasih tau, kirimin yaa kisahnya ke:
longdistancesharing@gmail.com [Sertakan Subjeknya yaaa Contoh: Happy Ending, LDR Beda Negara]


Format penulisannya seperti ini :
  • Tulis dengan program MS. Word, maksimal 6 halaman A4 dan minimal 4Halaman. Dengan huruf Calibri  11, spasi 1.
Konteks bahasanya harus jelas, dan tidak ada kalimat perkalimat yang di singkat. Jika ada kalimat seperti ini: Kita = qta, Aku = Aq, dan Dengannya = Dgnx, Maaf kita tolak.


Sertakan, Nama lengkap kamu, Alamat kamu, Akun twitter kamu dan Suami/Pacar kamu (Jika punya, Jika tidak punya akun twitter tidak apa-apa).
Batas pengiriman Kisah hingga: 

Jam 23:59.  25 Oktober 2012.

Buat temen-temen yang sudah mengirim kisahnya kemarin, sabar yaa. Pengumunannya mau kita umumin bulan November, nanti setelah kita umumkan akan kita email pemberitahuan kalau kisah kamu masuk di buku #LDHearts #2. Mimin sendiri sedang menunggu pihak editor buku #LDHearts #2 ini untuk pemilihan kisahnya. Buat pemenang kisahnya, hadiah yang didapatkan:
1. T-shirt LDR
2. Paket Buku LDR, Sebagai tanda bukti terbit. 
Sabar yaaa, maaf yaa terlalu lama menunggu.

Keep Figh LDR Guysss...

Mungkin banyak yang bertanya, kenapa harus happy ending dan beda negara? karena kisah seperti itu sangat memotivasi kita. dan banyak nilai lebihnya kok, so maaf yaa buat temen-temen yang masih LDR ukuran S, M, dan L.

Dan kalo ada yang nanya; "Kisah tetangga/temen/Kakak ada yang happy ending boleh gak min aku bikin kisahnya dan dikirim ke mimin?"
Me: "Boleh kok, asal kamu konfirmasi dulu ke dia".

 *catatan: Setiap pengiriman kisahnya  temen-temen harus konfirmasi dengan pacar/suami/mantan/Keluarga orang yang berkaitan dengan isi kisah teman-teman terlebih dahulu, agar tidak ada kesalah pahaman. Dan Kisah LDR yang biasa kita ceritakan di TL tiap Kamis Malam akan kami hentikan selama pembuatan buku ini.  

Sabtu, 13 Oktober 2012

Ini kita, Kita yang LDR

Kalo dinyinyiran tentang #LDR mah udah jadi cemilan, enggak akan ngaruh buat kita. kalo udah yakin ya yakin. Nah yang nyiniyir coba tanyain dia yakin gak sama pacarnya yang deketan itu. 

Kalo udah enggak sanggup #LDR yaa buat apa lagi dipertahanin, LDR itu untuk orang-orang yang langka. ya kayak kita. Langka dalam arti mereka yang punya loyalitas hubungan yang tinggi, kommitmennya dijaga. rumit sih tapi itu demi masa depan. Nah kalian yang putus gara-gara lama gak ketemu, tenang itu cuma emosi kangen sesaat aja kok. nanti ketemuan baikan lagi kok. 

Jadi, kalo #LDR-an dijaga emosinya jangan sampe berantem deh, udah jauh masa berantem nambah susah aja deh dan nyiksa diri. Di saat pacar sibuk mungkin kamu kesel nungguin, di saat dia sempet ngabarin kamu marahin. Coba dipikirkan lagi klo mau marah ya. Toh kalo kalian berantem itu yang bikin #LDR-nya lemah, saat ditanya temen: “gimana LDRannya? | Ribut mulu nih.” bikin malu sendiri.

Yang ngejelek-jelekin #LDR gak jauh dari pelakunya sendiri, jadi dijaga banget yaa hubungannya jangan sampe ada yang nikung. Toh yang bikin #LDR suram kalian juga. contoh: “Gimana #LDR-annya yang di sana? | berantem mulu nih, jenuh gue”.. <~ Suram gak? Jadi, dijaga baik-baik #LDR-annya kalo kalian yang bikin jelek hubungannya ya nama #LDR-annya juga bakal ngikut. 

Jangan semata-mata ngeladenin hawa nafsu aja yang dipikirin ngutamain marah-marah dan ngambek. Childish banget sih. 

#LDR Kamu udah putus sama dia? cuma karena apa? karena gak kuat nungguin dia terus kamu marah-marah. gak akan nyesel nanti? Terus putus kamu bangga gitu, “Gue udah gak LDR-an lagi yeee” di balik itu penyesalan terus ada. krn susah nyari org yg bikin senyaman dia. Alesan putus gampang banget dicari, nah ngebalikin alasan tadi dan membuat keadaan membaik seperti awal itu gak mudah. Kamu terlalu mudah terprovokatori sama keegoisan km, cuma ngerengek minta ketemuan. inget #LDR mau ketemu itu butuh rencana. Terkadang egois jauh lebih menang dari rasa positif kita, pada akhirnya dipertemukan penyesalan yg berarti. 

Sebenarnya memilih LDR itu tergantung dari kitanya, siap apa enggaknya dari kita. kita yang menjalani bukan mereka. Nyinyiran mereka tentang LDR itu salah banget. apa mereka yang pernah gagal atau gak punya modal untuk #LDR.

Mungkin ada di antara kalian yang sedang nunggu pacar dari pihak cewe ataupun cowok. Mau itu di posisi cewek atau cowok, yang dalam posisi menunggu pasti suka nyalahin pacarnya karena ninggalin jauh. Masih nganggep pacar kan? terus buat apa ngeluh dengan alasan aku bosen nunggu. ya elah tinggal nunggu apa susahnya. Inget siapapun itu, enggak enak banget disalahin gara-gara cuma ninggalin dia jauh, dia ninggalin kamu karena demi masa depan juga. 

Capek nunggu? wajar manusiawi. tapi setidaknya di pihak yang meninggalkan pacar harus mengerti juga. Atau kamu pura-pura gak peduli kalo dia udah bosen nunggu kamu, terus? dia mulai pedekate sama orang lain, baru kamu nyesel. Menunggu itu menjenuhkan? nunggu pacar aja jenuh. jadi, selama ini gak ikhlas menjalani hubungan jarak jauh sama dia. 

Nunggu itu susah? oh gitu selama ini yang mudah cuma dapetin hatinya aja, gak mau melalui hal-hal yang susah dengan pacar. Cuma karena rasa kesabaran kamu yang enggak banyak, so hubungan kamu tergerus sama rasa egoisnya kamu. Setidaknya rasa sabar kamu, ikhlasnya kamu sangat mempengaruhi hubungan kamu dengan dia dalam hal menunggu. #LDR Sama-sama saling menunggukan, menunggu ketemu, menunggu untuk menyembuhkan rasa rindu. sesulit itukah? Kenapa terasa membosankan menunggu, karena kamu gak punya aktifitas lain atau kesibukan. selama itu positif ya lakuin aja. 

Pada gak kuat yaa nungguin pacar? aghh cemen banget. Kuat nunggu pacar = ketemuan | gak kuat nunggu pacar = putus = nyesel = galau.


Notes: dikomentarin yaaa, oiya, tulisan ini "DILARANG-COPY-PASTE ATAU MEMINDAHKAN KE BLOG TEMEN-TEMEN" mohon pengertian yang besarnya yaa. :)))