Rabu, 03 April 2013

Tertatih mempertahankanmu. Bag. I

Hai, selamat pagi. Aku ingin menyapamu dengan sederhana meskipun hanya pesan singkat, bukankah itu akan membuatmu tenang kalau aku baik-baik saja di sini, ya meskipun aku selalu berharap kau membalasnya, namun pada kenyataanya kau tetap tak membalas pesan singkat itu. Aku masih ingat dan masih menyimpan pesan singkat yang kau kirimkan dulu saat aku terbangun tidur, kau begitu romantis maka aku jatuh cinta padamu sampai saat ini, tapi perlakuan itu dulu. Saat ini, kau berubah. Kau tahu? Aku ingin menyeduhkan teh hangat ketika kau terbangun di pagi hari dan menyiapkan sarapan di pagi hari, tapi entahlah ini mungkin belum saatnya aku melakukannya. Mungkin, kau juga begitu, ingin memberikan kecupan hangatmu saat aku terbangun tidur ketika ayam mulai berkokok di pagi hari, ini belum saatnya katamu, dulu. 

Hai selamat siang. Dari pagi, aku menunggu kabarmu, tapi entahlah kau kemana aku selalu berfikir kalau kau baik-baik saja di sana. Mungkin, kau masih tenggelam dengan banyaknya kesibukkanmu, aku selalu berfikir positif tentang ini, begitu beruntungnya kau memilikiku, aku tak meminta banyak waktumu dan aku sudah tak menuntut banyak hal. Bukankah kedewasaan ini yang kau ajarkan padaku, dulu. Tapi semakin ke sini, sadarkah kau kalau rindu ini sepihak "hanya aku yang mengalami hal ini, hanya aku. Jika aku mengeluh tentang ini padamu langsung, kau akan berkata "aku mudah lelah, dan aku si pengeluh yang kambuhan". Kau mengajarkanku kedewasaan, bisakah kau mendewasakan dirimu akan "rindu yang sepihak ini". Dulu, kau rutin mengingatkanku agar aku tak lupa makan siang, akupun begitu. tapi sekarang, keadaan memang berubah. Kau menghilangkan kebiasaan "mengingatkan makan siang itu" dan aku tetap mengingatkanmu, bukankah ini sepihak? 

Hai, selamat malam kamu. Aku rindu, dan kau abaikan. Aku ingin bertemu dan kau seakan tak peduli. Sebenarnya, aku ingin bercerita banyak hal malam ini dan kau tetap saja tak ingin mendengarkannya. Lalu, aku ini siapa? 
Mungkin kau lupa, rutinitas kita dulu yang pernah kita sepakati bersama setiap jam 7malam aku atau kamu harus menelpon dan menghubungi, bercerita banyak hal apa yang telah kita lakukan hari ini dan apa yang akan kita lakukan esoknya, semua ini kenangan... Entah dari kapan rutinitas ini sudah kita lupakan dan tak kita lakukannya kembali, aku tak pernah bosan dengan rutinitas seperti itu, menurutku itu yang membuat aku yakin denganmu. Setidaknya ketika malam kau menelponku aku selalu membayangkan kalau kau memelukku dengan suara-suaramu itu, rindu yang berkehendak akan itu, sadarkah kau? 


***

Aku bukan mengeluh, aku bukan mengajakmu untuk memperbaiki hubungan kita, bisa kau tenangkan dirimu sejenak lalu kau mainkan ingatanmu dengan apa yang pernah kita lakukan dulu, dulu saat kita ingin mengawali hubungan. Jika ingatanmu sudah tertata rapih tentang apa yang ingin kita awali dulu sampai saat ini, bercerminlah padanya. Aku sih, sudah, Jauh-jauh hari saat aku merasa aku mempertahankanmu dengan sepihak. Sapaan pagi, siang, dan malam yang dulu sering kau lakukan semua terbalik, aku yang melakukannya, dan aku harus melakukannya untuk mengingatkan bahwa hubungan yang sudah tertata rapih tak kita sudahi dengan perbedaan-perbedaan kecil hingga membuat aku, kau, dan kita sudahi saja dengan sia-sia. Lalu kau kemana? Oh, iya aku lupa kalau kau sibuk dan kesibukkanmu yang membuat aku harus sadar diri. 

Sadarkah kau, kalau mempertahankan hubungan itu bukan hanya ada satu saja yang memperjuangkannya, dan sadarkah kau kalau setiap hubungan ada aku dan kamu. Bukan aku yang mempertahankanmu saja, aku yang mengingatkanmu tentang kommitmen, kepercayaan dan bagaimana mengetahui siapa yang mengabari dan dikabari.

Seakan kau tak butuh lagi kominikasi yang kau lakukan dulu, ada cara sederhana yang membuat pasangan yakin terhadap pasangannya, cara yang sangat sederhana "memberi satu pesan singkat". Itupun kalau kau mau. Pernahkah kau berfikir kalau kamunikasi yang semakin berkurang ini membuat kita menemukan satu titik yang sama; jenuh. 


Dan pernahkah kau sadari kalau aku tertatih mempertahankanmu. 


Kalau Masalah Perjuangan Mempertahankan, coba kamu cek ini dan beli bukunya  

Notes: Blogger yang baik selalu meninggalkan komentarnya. 

117 komentar:

  1. Mimin nya kok kece banget yaa bikin tulisan kayak begini? B)

    BalasHapus
  2. mimin ceritanya bener2 nusuk hati banget :'(

    BalasHapus
  3. Mimin,, T.T
    Ini kok aku bgt siy T.T

    BalasHapus
  4. Bisa min, bisa bikin hujaaaan hahaha...

    BalasHapus
  5. Keren dah min blog nya,,
    berhasil buat q meneskan air mata T.T

    BalasHapus
  6. Mimin pasti udah pengalaman banget ya, sampe mengerti sedetail ini

    BalasHapus
  7. Kereenn! terharu bacanya u,u

    BalasHapus
  8. Mungkin ini yg dulu dia rasain , jahat bgt saya

    BalasHapus
  9. "Apa yang sedang kita alami semoga ada dalam blog ini"... *sedang alami* :")

    BalasHapus
  10. coba sekali-kali jangan yang galau-galau gitu,,,

    BalasHapus
  11. Kerem abissss min,.. Mimin kece bgt deh bisa bikin tulisan kaya gini :)

    BalasHapus
  12. aaaaaaaaaaaaaaa nangis langsung :"(

    BalasHapus
  13. YaAllah ini gue bgt min. pertahanin dia mskipun sepihak, skarang sikonnya udh beda bgt sama kemarin:(

    BalasHapus
  14. mimin bisa baca isi hati kita yaa kyaknya :(

    BalasHapus
  15. kurang nendang min.. terkesan datar tapi diksinya mantep

    BalasHapus
  16. Apa yang salah dari orang yang terlalu merindu?

    BalasHapus
  17. min coba liat ini juga. menurut mimin gimna? masih awam sih :D
    http://vivieramadyah.blogspot.com/search/label/%23MyVideo

    BalasHapus
  18. Ini hubungan kita, bukan hubungan aku. Jgn biarkan aku berjuang sendiri.

    BalasHapus
  19. mimin, andai pacal aku baca blog kamu yah.

    BalasHapus
  20. keren pake banget min :')

    BalasHapus
  21. Merinding gue jadinya....

    BalasHapus
  22. jadi inget bbrpa bulan yg lalu karena hampir aja putus dengan pasangan #LDR aku :'(
    ngena banget ke aku ceritanyaaa -.-

    BalasHapus
  23. hai, selamat malam kamu. Aku rindu, dan kau abaikan :'(

    BalasHapus
  24. mimin ceritanya ngena banget,
    mewek bener baca ini,
    dan selamat malam untuk kamu dengan kesibukanmu disana :)

    BalasHapus
  25. Ki joko bodo lo kalah sama miminn. Saktii banget,... *kisahsama

    BalasHapus
  26. Mimin,aku langsung nangis baca ini.
    Tertatih memang,tapi aku bertahan.
    Aku ga mau nyerah sama keadaan..
    :'(

    BalasHapus
  27. mimiiiinnnn pinter banget sih ngewakilin perasaan orang..
    nangiiss min baca blognya..

    BalasHapus
  28. Dan pernahkah kau sadari kalau aku tertatih mempertahankanmu :')

    #makjleb

    BalasHapus
  29. teharu min bisa ngena :'( mimin emang pinterr dah!

    BalasHapus
  30. minnn... ngena bgt ceritanya.. :'(

    BalasHapus
  31. "Aku masih ingat dan masih menyimpan pesan singkat yang kau kirimkan dulu saat aku terbangun tidur, kau begitu romantis maka aku jatuh cinta padamu sampai saat ini. tapi perlakuan itu dulu. Saat ini, kau berubah."

    itu jleb banget kak :( sama yg aku rasakan sekarang

    BalasHapus
  32. air matapun seketika menetes :'(

    BalasHapus
  33. Haha bagus bgt, sayangnya saya udah putus u,u

    BalasHapus
  34. ceritanya hampir mirip sama gw, dan sampe skg gw msh pgn memepertahankan si dia.

    BalasHapus
  35. Smw yg mimin tulis d blog sma sprti yg mey rsakan.. T_T

    BalasHapus
  36. OMG INI KENAPA AKU BANGET NO </3

    BalasHapus
  37. Mimin, ini kondisi aku saat ini :'D kereen bgt! (Y) kalo d bukukan harus dpt! Wlpun d mataram gk ad gramedia! :D

    BalasHapus
  38. Mengatasnamakan kesibukan sbg alasan untuk mengurangi romantisme bhkan menghlgkan rutinitas sederhana nan sarat akan makna.. Sulit, tangis d kala malam pun hanya kita yg tahu. Ktika hal itu qt cb qt ungkap,berharap mendapat respon darinya sbg pengobat rindu..yg ada hanya kalimat "tlg mgertilah keadaanku". Lantas, sudahkah kau mgrti keadaanku disini.

    BalasHapus
  39. Fitri,maafin aku.kamu pasti ng rasain apa yg di tulis mimin.
    Maaf :(

    BalasHapus
  40. Ketika mencoba mengerti dengan segala apa yg diinginkannya 'untuk tidak menguhubungi terlalu sering'

    tenangkan dirimu sejenak lalu mainkan ingatanmu,jika ingatanmu sudah tertata rapih tentang apa yg kita awali dlu sampai saat ini,bercerminlah padanya.

    dan dia lupa akan pentingnya komunikasi

    BalasHapus
  41. susah klo mempertahankan hubungan itu dilakukan "sendirian" :)

    BalasHapus
  42. pas banget ma hubunganku sekarang :( :")

    BalasHapus
  43. INI, KEREN....
    min, Cilegon nya dimana? heheeh

    BalasHapus
  44. dan gw lagi ngalamin ini min

    BalasHapus
  45. aku sekarang ngerasain kayak kamu,,
    min,,,
    (╥﹏╥),,
    mempertahan sesuatu hubungan itu sangat sulit,,
    tetapi aku selalu berfikir positif tetang dia walaupun dia ngk pernah kabari aku lgi, nungkin cinta aku kedia hanya bertepuk sebelah tangan. hmmp,,

    BalasHapus
  46. Keren banget,, hampir sama seperti apa yang gue rasain saat LDR Beberapa Minggu yang lalu -,- tapi sekarang dia tidak mampu bertahan dan aku sudah byk terluka :'(

    BalasHapus
  47. sama persis sma yg lagi aku alami skrg min :'(

    BalasHapus
  48. hai selamat malam :( aku rindu kamu tapi kamu mengabaikannya -_-

    BalasHapus
  49. "memeberi satu pesan singkat" :'(

    BalasHapus
  50. hampir sama yang dirasakan sekarang :(

    BalasHapus
  51. COCOK ! cocok x miiiiiin.. baru baca trus langsung ngaca sama diri sendiriiii miin :'D yg ini ni cocok --> "Sapaan pagi,siang dan malam yang sering kau lakukan semua terbalik,aku yang melakukannya,dan aku harus melakukannya untuk mengingatkan bahwa hubungan yang sudah tertata rapih tidak kita sudahi dengan perbedaan-perbedaa kecil hingga membuat aku,kau dan kita sudahi saja dengan sia-sia…Lalu kau kemana?Oh iya,aku lupa kalau kau sibuk dan kesibukanmu yang membuat aku harus sadar diri." T.O.P dahh miminnya ;)

    BalasHapus
  52. pas banget min dg keadaanku...
    merinding baca ini..
    T,T

    BalasHapus
  53. aku baca ini langsung netes looh min :(
    aku banget gitu kayanya ..
    kerenn min ..

    BalasHapus
  54. min. . kok aku banget ini. huhuhu :'(

    BalasHapus
  55. aduh, kayanya ini mewakili hubungan aku banget deh min :'(

    BalasHapus
  56. mantap banget ini min ceritanya :)

    BalasHapus
  57. Min kok bagus banget tulisannya:'(buat gw terharu#LDR

    BalasHapus
  58. aaaahhhh mimin bisa banget si bikin orang nangis :')
    bagus banget min :')

    BalasHapus
  59. Min ngena gw bngat ini,,mlam" bc ini sendri pula
    kehabisan tisu dah :(,,

    BalasHapus
  60. Keten bgt iniii bacanya smpe nangis. Gw banget

    BalasHapus
  61. :'( kisah gue bangett :'(
    ya Allah ampe nyesek gini bacanya

    BalasHapus
  62. pas bgt..sering d alami sm kebanyakan pasangan :)))

    BalasHapus
  63. cucok banget, mencegah kejenuhan :))

    BalasHapus
  64. terus keputusannya apa min?saya hampir dalam posisi itu min

    BalasHapus
  65. nangis deres miiiiiin :'( aku banget!

    BalasHapus
  66. daann, ini semua tentang aku :(

    BalasHapus
  67. bagus bgt min, berasa baca buku diary diri sendiri :)

    BalasHapus
  68. ini yang aku alamin sekarang. entahlah,kenapa semua benar adanya. :')

    BalasHapus
  69. Bagus banget mimin, tq henny
    Udah mau kasih blok artikel ini ke wa, wa akan coba belajar pengalamaan dr artikel ini

    BalasHapus
  70. gara-gara LDR semua yg saya harapkan lenyap

    BalasHapus
  71. Ini yg aku alamin sekarang :')

    BalasHapus
  72. Keren nih :D ngena banget... Rate good (y)

    BalasHapus
  73. Ngerasa disindirr gue nyaaa
    aaaaa gue ngeraa bersalah min :((

    BalasHapus
  74. enggak kuat baca ini min. nyesek. :(

    BalasHapus
  75. miinnnn sumpah asli top markotop banget (y)

    BalasHapus
  76. Pas bgt Nusuk bgt, syngnya eyke 'g punya keahlian buat nulis2 kya gini.. (y) diapun mengakhiri LDR dgn 1 kata "JENUH" it's so complicated minnn... :'(

    BalasHapus
  77. aku udah berusaha buat pertahanin hubungah aku dan dia, tapi akhirnya berakhir juga :'(
    mungkin memang sudah begini jalannya, jarak yang begitu jauh, komunikasi yang jarang sekali terjalin akhirnya semakin menipiskan kepercayaan satu sama lain
    ingin rasanya aku marah, kenapa harus kehilangan dia disaat aku benar2 menyayanginya... tapi ya sudahlah
    aku bangga pernah mnjadi kekasihnya, dia seorang pria yang kuat, hebat dia seorang taruna calon perwira dan pelaut :)

    BalasHapus
  78. yaa ampun cocok bgt ma pengalamannnn q,,smpai nangis,,,,:''(

    BalasHapus
  79. kereeen bgt min :') sukses banget bikin mewwekkk :')

    BalasHapus
  80. baru baca. dan terharu :"

    BalasHapus
  81. keren banget min , ceritanya sama persis dan akhirnya putus :)

    BalasHapus
  82. berasa deja vu :'(
    kangen pas kamu ga nyuekin aku kalo main game.. ah kamu beruntung punya aku yg selalu sabar walaupun terkadang marah jika kamu abaikan :')

    BalasHapus
  83. akunya bertahan, sakit banget. ntah mau dibawa kemana ni hubungan yg jelas aku sayang dia.

    BalasHapus
  84. ini pas banget sama keadaan dia , cuek dan jarang ngasih perhatian min,, semoga betah sama sikap yang begitu yah min,, :")

    BalasHapus
  85. baru beberapa minggu yang lalu aku mengalami hal persis seperti ini,
    merindukan dia yang dulu yang serba perhatian denganku,
    namun aku berusaha speak up dengan pasanganku..
    agar dia pelan-pelan berubah menjadi seperti "dia" yang dulu aku kenal.

    BalasHapus
  86. sebenarnya itu sakit, tapi....

    BalasHapus

Silahkan, berkomentar. Usahakan konteks penulisannya yang rapi, ya. Biar enak diliat. Oiya jangan lupa beli buku Long Distance Hearts 1 dan 2 di toko buku terdekat. :*