Jumat, 19 April 2013

Pertengkaran Semalam.


Kau menyisakan tangis, pertengakaran semalam.
Di antara kita. Kini, ku harus berdiri ditepian hati bimbang tuk memilih.
Kau harus tahu, dalam hatiku bergetar waktu ku tahu, kau terluka saat aku.
Buatmu menangis, buatmu bersedih. Inginku memelukmu dan ucapkan maaf, maafkan aku.  – Maaf (Jikustik)

Sayup-sayup lagu itu terdengar dari playlist Mp3-ku ketika aku dalam perjalanan pulang kerja. tak sengaja aku memutarnya, dan tiba-tiba teringat akan pertengakaran semalam. Rasa bersalah itu terasa masih ada, masih terluka. Dan dia? Dia entah apa yang dilakukannya setelah kita bertengkar semalam, hanya karena masalah yang sama; Jenuh.

Padahal jenuh bisa kita atasi bersama, dengan menelponnya berjam-jam. Tapi entah kenapa semalam dia terlalu rindu dan berat untuknya untuk tidak mengeluh, mencoba tetap menahannya malah membuatnya semakin emosi. Aku diam, malah dianggap tak peduli, padahal aku sedang menunggu dia reda agar menjelaskannya kalau waktu kita menelpon akan dihabiskan dengan sia-sia, pertengkaran.

"Ada apa lagi? Kau hanya datang padaku saat kau butuh dan sepi kan? Sana" Kalimat pertama yang dia ucapkan saat aku menelponnya
“Aku sebenarnya datang atas panggilan rindumu, itu saja. Kau salah beranggapan” Aku mencoba menjawab setenang mungkin agar keadaan baik-baik saja.
“Kau tahu apa itu rindu? Kau datang saat aku sudah terlalu lelah. Bukan anggapanku yang salah kalau begitu”
“Kau membatasi diri dari rindumu, aku terlalu sibuk, maaf jika batas kerinduanmu sudah habis, lalu aku telat hadir untukmu. Masih ingin telponan dengankukan?”
“Kau ada di mana saat aku terdiam? Saat kecewa dan senang dirasakan bersama seperti ini, aku sudah tak tahu lagi. Kau senang aku mati rasa?”
“Kau mungkin sudah lelah dengan kesibukkanku, bukankah pekerjaanku di sini untukmu juga? sadarkah kalau ini demi dirimu? Mungkin kau merasa kecewa, akupun sama. tapi apa salahnya menenangkan diri sejenak untuk mengerti. Sayang” Aku menahannya agar tak memotong pembicaraanku.
“Bisa tenangkan sedikit apa yang kau pikirkan tentang dari sisi ketidak pekaanku menjelma jadi rasa sabar untukmu? Biarkan rindumu mengalir deras, tapi jangan biarkan kerinduanmu terasa hampa, aku ada dan memikirkanmu di sini. Seakan kau selalu beranggapan kalau aku tidak pernah peduli dengan rindumu, aku baik-baik saja di sini. mengenggam kita”
“Oke sebentar, begini. Apa yang membedakan kau yang dulu dengan kau yang sekarang? Kau dulu bisa membagi waktumu dengan baik. Sekarang? Jika aku di sini beserta rinduku malah justru membebanimu, bagaimana jika aku tak ada? Apa semua akan lebih baik? Aku tahu, tapi tak hanya mereka yang butuh kamu, aku juga butuh kamu. Aku ini kekasihmu kan? Aku juga sudah sibuk dengan berdiam dan menahan apa yang sebenarnya sangat ingin kukatakan. Tapi kau tak terlalu peka jika aku diam. Aku juga sudah menahan berbagai hal yang kurasakan. Aku juga menjaganya dengan tak banyak bicara, tapi aku juga perempuan yang bisa lelah. Apa aku tak berhak lelah padahal aku menunggu, lalu kau berhak sibuk dan membiarkanku? Begitu? Aku tahu aku mengertimu, tapi aku tahu aku juga butuh pengertianmu. Aku sudah tak tahu bagaimana cara mengekspresikan kecewa dan kegembiraan apabila mereka datang secara bersamaan seperti ini” Penjelasan yang cukup panjang, dengan ini aku nyatakan, aku sangat bersalah.
“Kesibukanku dulu dan sekarang jauh berbeda, dan sekarang aku lebih menggunakan rasa kepercayaan terhadap kita. Kalau kau percaya aku baik-baik saja di sini, jangan kau gunakan senjata air matamu untuk merengek. Waktuku yang tak banyak. Waktu yang sedikit ini, sering digunakan oleh kita dengan banyaknya keributan akan hal yang sama "ketidakpekaanku" yang terlambat. Aku yakin kau sudah cukup dewasa akan rasa pengertian ini, kita sudah terlalu mengenal kita. lalu sekarang kau terlalu perasa untuk curiga. Pengertian itu dari segi tindakan, apa aku merasa dimengerti akan pekerjaan yang menyita banyak waktuku?”
“Pengertian itu dari segi tindakan, apa kau bisa lebih dewasa akan pekerjaan yang begitu merenggut diriku darimu, percayakah kau? Jangan pernah merasa aku tak pernah peduli denganmu, dari segi apa aku tak pernah mengertimu? Setidaknya waktuku yang tak banyak, aku selalu sempat mengabarimu, hanya untuk membuatmu tenang di sana. begitu kan? Kau tak pernah menganggap aku begitu peduli denganmu, yang kau fikirkan, aku selalu harus ada untukmu, padahal waktuku terbatas”
“Aku tak berharap aku selalu dimengertimu, aku mengerti kerinduanmu. tapi tolong bisa kau pahami waktuku sedikit. Aku tak pernah diam saat kau mulai kalut dengan kerinduanmu, aku selalu memikirkan bagaimana kau diam untuk mengerti keadaan.” Malam ini kita terluka, tapi Aku tak pernah lelah memberikan penjelasan dengannya, setidaknya ini yang membuat ia semakin mengerti dan tenang, kalau aku tidak main-main meskipun jauh dengannya.

***

Kita sangat paham kalau rindu itu menyiksa, kita cukup disadarkan kalau pertemuan itu benar menyiksa, pertemuan yang sebentar namun tak sebanding dengan penantian yang dirasakan.

Kita pernah memilih untuk tidak melanjutkan hubungan ini atas dasar kita sudah tak sepaham, padahal kita masih saling sayang. Namun kerinduan yang berlebihan meracuni agar semua harus diakhiri.

Kita, kita tak perlu susah payah untuk bertengkar hanya karena rindu. Yang kita lakukan adalah bagaimana kita bisa membuatnya mengerti keadaan, memahami kerinduan, dan mengajarkannya arti sabar penantian. Pertemuan yang sesaat namun sangat berarti, membuat kita percaya kalau kebersamaan itu akan ada dan tetap ada. Hingga waktu yang menentukan kalau kebersamaan akan berpihak pada kita yang memilih bersabar dan saling mendo’akan kapan waktu itu akan ada, kebersaman yang abadi.

Notes: Komentarin yaa. Titik Dua Bintang. 


50 komentar:

  1. setiap tulisan yang di posting memang pernah mersakannya..
    netes juga ini air matanya :'(

    BalasHapus
  2. makjleb bangeet. ngena min ngena :'(

    BalasHapus
  3. aku suka nih | bintang titik dua tutup kurung

    BalasHapus
  4. itu yang sedang aku dan dia perjuangkan saat ini :)
    tak terpungkiri mata berlinang :(

    BalasHapus
  5. pertengkaran nya sama seperti yg aku alami td sore

    BalasHapus
  6. baru dua paragraf baca udah berlinang air mataku.. Tak kuasa ku tahan untuk tak menetes..
    Aku merindukannya, sangat merindukannya.. Yaa, memang aku rasa dia mengabaikan aku yg saat ini sangat sangat merindukannya, tapi aku yakin dia juga mrasakan hal yg sama, meskipun tak sebesar yg kurasakan..
    Entahlah apa aku suka mengeluh atau tidak, aku memang sering mengatakan aku 'kangen' ,entahlah apa dia bosan atau tidak mndengar aku yg selalu bilang 'kangen' ,entahlah dia risih atau tidak mnerima pesan-pesan singkatku yg mungkin buat dia ga penting krna cuma sapaan 'sayang' yg slalu aku kirimkan.. Berharap dia membalas walau sringkali tidak..
    "Meskipun bgitu, tapi aku tetap sayang kamu beph, dan akan tetap sayang kamu, selalu sayang kamu.." :*

    BalasHapus
  7. like...:)
    memang hubungan jarak jauh banyak ujian tapi itu merupakan proses pendewasaan dan belajar untuk sabar. . yakin saja jika dalam keadaan jauh atau dekat jika memang jodoh pasti akan bahagia pada akhirnya. . untuk menuju kebahagiaan memang butuh proses panjang. . tidak hanya cuma" untuk mendapatkan kebahagiaan.. jadi kuncinya adalah "sabar". . .

    BalasHapus
  8. min, lagu itu miiinnnnnnnn ah
    nendang hati banget karena LAGU ITU yang selalu bikin mewek

    BalasHapus
  9. ngena banget di aku nya min,,, :(

    BalasHapus
  10. Ngena bgt min. Pas bgt gue jg LDR jakarta bogor. Gue dijakarta pacar dibogor :(

    BalasHapus
  11. air mata langsung jatuh baca ini :{

    BalasHapus
  12. ngena banget min, :') sekarang sy sdh putus dgn dia, setelah baca note.y sy menyadari keegoisanku yg selalu mnuntut waktu.. :')

    BalasHapus
  13. min, kamu ko bisaan banget sih yaa? ngenaa ihh suka {}

    BalasHapus
  14. mimin :'( bikin malem minggunya serba galau :'( tanggung jawab min bikin aku cengeng :'(

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. berantem gara gara masalah sepele, baca ini + dengerin lagunya pula :"(

    BalasHapus
  17. baru kmrn kejadian kaya begini bener2 sama persis ceritanya,, :'''(

    BalasHapus
  18. True min, bedanya cuma yg jadi cewenya cowo aku :')

    BalasHapus
  19. Kangeenn aku ma diriny tuhan...

    BalasHapus
  20. nice post, abis baca post ini jadi semakin tersadarkan .. :")
    terus belajar sabar dan mengerti pasangan, karena dari setiap kesabaran itu gak ada yg sia-sia ..

    BalasHapus
  21. keren lohh ini sumpahh :')

    BalasHapus
  22. sama dg pa yg q alami skrng..entah brapa bnyak plz yg dah di hbskan bwt brtngkar...keren tulisan'y....suka bgt.

    BalasHapus
  23. dan ini membuat kedua mata saya basah min :') keren Subahanallah :'(

    BalasHapus
  24. kok ceritanya hampir sama ya.. tapi alhamdulillah sudah baikan♥

    BalasHapus
  25. apa aku masih bisa ketemu dia, hampir setahun kita terpisahkan pulau yang berbeda .
    harus berapa lama lagi aku menantimu .
    aku sangat bahagia ketika aku bisa melihat senyum kecilmu lewat video call wlaupun hanya beberapa detik saja .
    kau berjanji padaku "sabar ya, aku pasti kembali"
    hanya kata-kata itu yang slalu ku ingat dan menguatkanku sampai skrg ini .

    BalasHapus
  26. Itu aku dulu, skr udah putus, min :( :( :( . Ternyata dia gak serius. Uh* buang2 waktu. Utk yg LDR, pastikan pasanganmu benar2 serius.

    BalasHapus
  27. Haduuhh kata-katanya ngena.. :'(

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Sering banget ngalamin kaya begini min :'(

    BalasHapus
  30. sering banget min dan sekarang mungkin dia udah mulai rada jenuh ngejelasin hal yang sama yang cuma bisa jadi obat penenang sebentar doang. Sekarang aku yg mesti banyak ngertiin kesibukan dia dan gak boleh rewel lagi. Tapi aku gak yakin bisa :((

    BalasHapus
  31. perjuangan menahan rindunya berat banget :')

    BalasHapus
  32. hiks,
    kisahku saat ini sama seperti yang kamu tulis,,,
    huaaaah
    please! "Air Mata kamu jangaaaan keluar!

    BalasHapus
  33. Baru baca 2paragraf, udah netes nih air mata :"

    BalasHapus
  34. Aku numpang post di twitter ya? Ini ceweknya dlm kisah ini aku bgt, dan cowoknya pcrku bgt. Biar pcrku baca. Tapi tulisan ini ngebuka pikiran biar posthink sm cowok:')

    BalasHapus
  35. suka dech dengan tulisannya,,
    dan, beberapa minggu terakhir kmren sempet karna rindu yg muncak dan dianya nggak perhatian bangetm bnyak perubahan dari dia, cuma diam dan diam yg dia pilih. sampai2 aku berpikiran kalau dia duain aku, tapi ternyata dia nggak mau hubungan kita hanya penuh dengan cinta2an saja tanpa memikirkan masa depan. dan dia cerita kalau ad cewe yg nembak dia tapi dia tolak krna dia nggak bisa buat duain aku. nggak nyangka kalau dia bisa sedewasa itu. aku bahagia dan bersyukur bisa nemuin dia dan walaupun LDR-an tetep dia bisa kasih kabar ke aku. dan dari akunnya @LongDistance_R aku bisa lebih mengerti semuanya. makasih ya min :)

    BalasHapus
  36. sometimes i feel regret because i have give up on my relationship. but this story make me remember what i feel yesterday. :")

    BalasHapus
  37. nyeseekkk badaai minn :'''''((((

    BalasHapus
  38. langsung kejer bacanya min :""""

    BalasHapus
  39. Pas banget apa yang dialamin,, :( Susah banget buat ngejelasin kebenarannya di saat dia lagi emosi banget ,, Di diemin malah mikir yang ngga ngga -__-

    BalasHapus
  40. Mungkin pengertian itu susah bwt dijalanin, kadang qt brfikir hnya qt yg mngrti, tp pasangan qt gk mngrti, rasanya sulit, tapi semua ini telah trjadi n hrs dilewati, melewati kesibukan2 pekerjaannya n tugas2nya,

    Mudah2an bisa ya min, mohon doanya,

    BalasHapus
  41. Cmn nyantol di paragraf terakir.
    Kata2 nya bagus. Namun perlu pengkiasan

    BalasHapus
  42. Sabar, jaga kepercayaan, lebih baik lagi menjadi pasangan :')

    BalasHapus
  43. Passsss bgt inti ny sesibuk apspun qt hrs ksh kbar, pcrku bilang :: komunikasi yg utama dan saling prcya...smpet ak prnah bilang "cari aj sana yg lain" tp dy bilang jgn buang2 wktu qt skma 5thn krna msalah kcil..hrus bisa nanganin mslh dan tetap bthan demi hub qt kdpn ny

    BalasHapus
  44. aaaakkkk mimin.... aseli,,, gilaaaaa.... tulisan ini sukses buat tangisku pecah malam ini.... padahal cm btuh sedikit saling mengerti... tapi susah... tp dicuexin itu emang gak enaaaak.. ngmong terus jg capek... jadi kaya kita yg bawel. padahal cuma butuh dibales ajah... meni susah :'(

    BalasHapus

Silahkan, berkomentar. Usahakan konteks penulisannya yang rapi, ya. Biar enak diliat. Oiya jangan lupa beli buku Long Distance Hearts 1 dan 2 di toko buku terdekat. :*