Senin, 27 Januari 2014

Tips Nyaman Ketika LDR.

Apa kabar semuanya, maksudnya, hmmm... Hubungannya, semoga masih baik-baik aja, ya. Dan yang diambang-ambang kamu mesti-harus-wajib-kudu baca postingan mimin kali ini. 

Kali ini, mimin mau merincikan apa aja yang seharusnya kamu lakukan ketika kamu LDR. ini enaknya untuk yang baru LDR atau kamu yang sudah lama dengan nama yang menyakitkan tadi, LDR. Lungo Dewekan Ropopo. Ya itulah, pengen nulis yang asik-asik dalam LDR. semoga kamu bisa mengaplikasikannya dengan pacar kamu nanti.


Pada dasaranya, LDR itu gak begitu menyakitkan, sih. Ya-wa-lau-pun-itu bener-bener menyakitkan. Misalnya, kalau lagi kangen, emosi terus bawaannya, cemburuan yang bener-bener bikin hubungan hampir ‘Fail’, dan perasaan yang bener-bener diaduk kalau pacar gak ada kabar. Gak perlu khawatir, disini mimin mau ngasih tau satu persatu apa yang mesti kamu lakukan dalam Hal menyakitkan ini dan yang membuat kamu nyaman ketika LDR, mari dibaca: 


1. Definisikan Tujuan Hubungan, "Mau sejauh mana?"

Maksud dari definisikan bukan berarti suruh definisiin pacar kamu seperti apa. Ini maknanya sangat luas, sebenernya kamu sama pacar yang jaaaaauuuuh ini mau kemana hubungannya, nah dari situ parameter hubungan kamu bisa keliatan. Kalau engga mau serius dan cuma "Yaudah kita jalanin aja, kalau serius aku belum siap" ya udah sabarin aja, dan keliatan kalau nanti ujungnya ketebak bakal engga beres, kenyataannya dia main-main disana, pada akhirnya kamu juga yang dipermainkan dan udah udah nunggu lama. Tapi, kalau tujuan hubungan kamu "Ya udah, Sayang, tahun ini aku kuliah dulu, belajar yang serius, terus kerja, kalau kita udah sama-sama kerja, kita nabung untuk nikah" pokoknya adem kalau udah denger omongan tadi. Tapiii kalau cuma omongan aja mending gak usah, yang dibutuhkan adalah bukti, buktiin kalau kamu serius dan gak bikin dia galau sepanjang masa ketika nungguin kamu. Engga enak euy galau itu, apalagi kalau LDR-nya gagal di tengah jalan, ugh, sumo; susah move on nantinya. Jadi, udah pada tau kan hubungan kamu sama dia yang disanaaaa mau kemana? Ke KUA, inget kalau mau ke KUA jalani hubungan dengan serius dan sedewasa mungkin, kamu tau persentasi 'GAGAL'-nya hubungan jarak jauh itu 70%, tinggal pilih aja, kamu mau yang di-70% tadi atau yang di-30%, milih emang gampang, tapi semua butuh bukti, inget buktiin kalau kamu mau yang di 70% tadi. Eh, di 30%. Semoga langgeng, Amin. Jangan lupa beli buku mimin juga. 

Sabtu, 21 Desember 2013

Cinta yang sederhana.

Ada alasan kenapa aku tak bisa membencimu, karena tujuan memilikimu bukan itu. Aku ingin tetap bertahan, dengan segala apa yang kuharapkan dan tanamkan saat awal aku mencintaimu. Awalnya, begitu mudah aku menerimamu dengan kenyataan-kenyataan kalau kau memang peduli terhadap apa yang kulakukan. Mulai dari pagi hingga aku ingin tertidur, kau tak pernah telat memberi kabar, kau tak pernah sedikitpun membuatku khawatir, dan yang membuat aku benar-benar menerimamu adalah percakapan yang kita lakukan selalu ada tawa dari semua itu yang kutemukan satu, dan tak pernah ku temukan pada orang lain. Kutemukan rasa 'nyaman'. Sederhana sekali rasa ini tumbuh semakin berkembang besar bahkan aku sendiri sulit mengendalikannya, rasa nyaman berubah menjadi rasa cinta. Kau pun sama. 

Ini bukan sesederhana rasa nyaman hadir, kau tau ada beberapa orang yang berusaha mendekatiku lalu aku hiraukan begitu saja, karena aku belum menemukan kecocokan mulai dari percakapan yang membosankan hingga candaan yang garing, semua itu tak kutemukan pada dirimu. Ini proses yang begitu cepat. Sebenarnya kau gunakan sihir apa, sehingga masa pendekatan kita memang begitu cepat. Aku rasa, semua pendekatan melakukan beberapa proses, adaptasi yang begitu merepotkan agar kita bisa saling menerima. Namun kita melakukannya sangat begitu cepat. Ini bukan berarti aku akan mudah melupakanmu, tidak sama sekali. Aku hanya menunggu seseorang yang tepat dan mengesankan saat proses memulihkan hati karena "putus" dengan pacarku dulu, proses itu sangat lama. Dan ada akhirnya aku temukan dirimu, kau cepat merespon hati yang kosong, aku pun. Tak mudah untuk jatuh cinta namun begitu mudah menerima proses jatuh cinta denganmu, sangat mengesankan bukan? 

Sabtu, 02 November 2013

Ini Tak Bisa Lepas

Ada kehidupan yang sederhana selain kusimpan rindu yang mengalir deras, perasaan-perasaan itu selalu hadir tanpa aku memanggilnya, aku memanggilnya kamu. 

Ada cahaya yang tak pernah redup setiap aku membayangkan aku bertemu denganmu, padahal pertemuan terjadi beberapa bulan yang lalu. Entah kenapa aku masih jelas mengingat kejadian tersebut, aku memanggilnya kamu. 

Ada harapan yang selalu hadir setiap do'a yang terpanjatkan, do'a yang selalu kusimpan dan dilekatkan pada setiap aku bertemu dengan Tuhan, aku memanggilnya kamu. 

Ada embun yang sering mencair, saat aku menyebut aku merindukanmu, bukan karena aku tak bahagia denganmu, melainkan aku bisa menjadi orang yang sanggup menantimu ini kebahagiaan yang tak ternilai, tentang ketulusan dan tentang kamu.

Ada pelukan hangat setiap aku menerima pesan darimu, perasaan hangat, perasaan yang bisa menjadi cair ketika rindu sudah lama membeku akan ketidak hadiranmu, tidak jauh dari aku menginginkan pelukan nyata darimu, dan aku tetap nunggu kamu.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Kita tidak sedang menjaga jarak.

Ini gak ada kaitannya dengan masalalu kita, jangan pernah berfikir kalau kita akan terhenti disini, bukankah kau yang bilan kalau kau akan menunggu, kau akan menanti apa yang kau selama ini percaya kalau aku adalah masa depanmu juga. Ah, terkesan berlebihan. Tapi, pada kenyataanya seperti ini kan? Kau bilang terlalu berlebihan, tapi kau mau aku seperti itu. Kau masih untuk aku nanti. 

Ini cukup, tapi tak berlebihan. Aku menganggapmu sebagai kepompong deskripsi yang entah ada hubungannya atau tidak pada dasarnya kepompong dan kita sama-sama menunggu, penantian ini sederhana bukan. Kita hanya saling menanti, saling mengorbankan waktu untuk bisa terlepas dari ruang yang begitu sempit dan terlepas pada saat kita sudah benar-benar bisa bersabar. 

Bagian dari kita adalah jarak, teman sejati kita adalah rindu, dan musuh kita adalah ego kita masing-masing. Jarak yang membuat kita benar-benar harus sabar menahan rindu, dan untuk tidak egois dalam mengatakan rindu kepada satu sama lain. Perkara yang ingin menang sendiri dan tak ingin disalahkan bukan hanya aku dan kamu. Aku tak ingin menyalahkan satu sama lain. aku ingin kita sadar, seharusnya kita bisa baik-baik saja tak ada masalah dalam menahan rindu dan menyampaikannya tanpa perlu harus saling mendiamkan satu sama lain, tak perlu aku harus bersikap dingin kepadamu, kaupun sebaliknya. Sejatinya ini memang benar-benar berat. Mana tau, aku bisa benar-benar bisa bertahan sampai saat ini. Ini berkat kesabaran kamu. 

***

Sudah berapa hari kita saling terdiam, terpaku pada gengsi, dan saling menunggu siapa yang lebih dulu harus mengabari satu sama lain. 

Apa kau sudah lelah? 

Apa kau sudah tak ingin kita bertemu kembali?

Apa kau sudah siap merelakan pengorbanan yang tidak sedikit dalam hubungan kita? 

Jawablah. 

***
Jangan pernah melakukan hal yang tidak semestinya terjadi, tahan sebentar emosimu. Tenanglah, jangan pernah berfikir yang berlebihan. Pada dasarnya kuat atau tidak kita pada jarak, semua memang kembali pada kita yang menjalani. Bukankah semua masalah ada jalan keluarnya? 

Akan lebih menyakitkan adalah ketika jarak yang sedang kita jaga, justru sebaliknya. Malah kita yang menjaga jarak dalam jarak. Aku ingin semuanya terbuka, kita benar-benar pada dalam lingkup kalau kita memiliki masalah kita harus menyelesaikannya langsung. Bukankah itu kehendakmu dulu, dulu. Sekarang masalah yang ada pada kita hanyalah bom waktu, kita simpan sebanyak mungkin dan entah mana dulu yang kita selesaikan, bahkan tak ada yang terselesaikan. Sejujurnya aku ingin pulang pada waktu yang menerimamu dulu. Kembali pada kau yang awal. Coba kau cermati masalah demi masalah yang kita punya, apa ada yang pernah kau selesaikan? 

Kita tidak sedang menjaga jarak dalam jarak. 

Notes: Dikomentarin, ya. Oiya, yang mau baca ini Monggo biar hubungannya makin awet, amin. 


Long Distance Hearts #3

Kali ini gue mau ngomongin buku baru, nih. Sebagian dari buku baru LDR sudah ditulis dan ada kekurangan pada materi yang tidak bisa keluar dari benang merah Long Distance Hearts, yaitu kumpulan kisah dari followers. Tapi ada yang beda kali ini, di dalam buku LDR kisah-kisahnya hanya kita ambil beberapa kisah mungkin bisa sampai 5 sampai 10 kisah, dan sisanya adalah tulisan kami dari admin, tulisannya pun bukan tulisan LDR biasa, melainkan tulisan yang kami buat seperti pengungkapan apa yang sedang dialami para followers LDR, masalah-masalah yang sering terjadi dalam LDR tapi dalam setiap tulisan tersebut kami kasih jalan keluar setiap masalah yang ada dan bagaimana cara mengatasi agar masalah itu tak terjadi lagi. Semoga ini bisa membuat kamu bisa mencari solusi kalau LDR yang baik harus seperti apa, toh kami juga masih banyak belajar kok.

Langsung ke inti masalahnya. 

Kita sedang mencari kisah-kisah nyata LDR bukan fiksi yang: 

1. HAPPY ENDING (Kisah nyata LDR yang berakhir bahagia, menikah ataupun tunangan).
2. Beda Benua/Negara.

Yups, untuk kamu yang punya kisah #LDR seperti yang tadi mimin kasih tau, kirimin yaa kisahnya ke:
longdistancerstory@gmail.com [Sertakan Subjeknya yaaa Contoh: Happy Ending / LDR Beda Negara]


Format penulisannya seperti ini :
  • Tulis dengan program MS. Word, maksimal 6 halaman A4 dan minimal 4Halaman. Dengan huruf Calibri  11, spasi 1. Kalau ada photo Nikahan, boleh kok dikirim, photo waktu kamu tunangan, dan moment ketemuan.
Konteks bahasanya harus jelas, dan tidak ada kalimat perkalimat yang di singkat. Jika ada kalimat seperti ini: Kita = qta, Aku = Aq, dan Dengannya = Dgnx, Maaf kita tolak.


Sertakan, Nama lengkap kamu, Alamat kamu, Akun twitter kamu dan Suami/Pacar kamu (Jika punya, Jika tidak punya akun twitter tidak apa-apa).

Batas pengiriman Kisah hingga: 

Jam 23:59.  14 November 2013.

Buat pemenang kisahnya, hadiah yang didapatkan:
1. T-shirt LDR [2 Kaos]
2. Paket Buku LDR, Sebagai tanda bukti terbit. 
Sabar yaaa, maaf yaa terlalu lama menunggu.


Mungkin banyak yang bertanya, kenapa harus happy ending dan beda negara? karena kisah seperti itu sangat memotivasi kita. dan banyak nilai lebihnya kok, so maaf yaa buat temen-temen yang masih LDR ukuran S, M, dan L.

Dan kalo ada yang nanya; "Kisah tetangga/temen/Kakak ada yang happy ending boleh gak min aku bikin kisahnya dan dikirim ke mimin?"
Me: "Boleh kok, asal kamu konfirmasi dulu ke dia".

 *catatan: Setiap pengiriman kisahnya  temen-temen harus konfirmasi dengan pacar/suami/mantan/Keluarga orang yang berkaitan dengan isi kisah teman-teman terlebih dahulu, agar tidak ada kesalah pahaman. Dan Kisah LDR yang biasa kita ceritakan di TL tiap Kamis Malam akan kami hentikan selama pembuatan buku ini.