Tampilkan postingan dengan label TipsLDR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TipsLDR. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2015

Tips biar ngga putus ketika LDR-an

Hallo selamat malam minggu bagi kamu yang sedang tidak menjalaninya, kalau ditanya musim apa sekarang, mungkin sebagian orang yang sedang berpacaran akan menjawab lagi musim berantem sama pacar karena jenuh jauhan, begitu lah jarak jauh, semangat di awal sanggup nunggu, namun ketika di tengah jalan malah bingung untuk nentuin hubungan ini baiknya dilanjut apa engga. 

Jarak itu kejam, emang. Tapi jarak juga bisa kita kasih waktu untuk dewasa dalam hal menunggu, tergantung kita mau dewasa mungkin mengerti dia yang di sana atau malah sebaliknya, yang selalu ngerengek kalau dia sibuk. 

Banyaknya waktu untuk nunggu dia yang di sana, itulah cobaan kita bisa memahami dia atau engga, karena memang menunggu adalah hal yang semua orang enggan melakukannya. Tetapi dengan eldeer, sebagian orang memaksakan diri kalau dia sanggup bisa nunggu, percaya itu kayak modal utama, dan dicicil sama beli pulsa biar komunikasi lancar, agar makin percaya juga. 

Dan banyak lagi beban yang ia tanggung kalau jarak memisahkan, entah itu hadirnya orang ketiga, pelaku eldeernya sendiri yang masih belum bisa bersikap dewasa, dan lain-lain. Sebentar lagi ada tips gimana caranya nanti bisa bertahan dengan berbagai beban tersebut. Mari dibaca dan dipraktekin nanti.

1. Belum bisa bersikap dewasa.

Karena masih belum bisa menerima keadaan terpisah, kekhawatiran berlebihan itu ada, jarak memaksakan kita untuk mengerti rindu yang berlebihan ketika terpisah, ego masing-masing lah korbannya, kita tidak bisa memaksa dia untuk bersikap dengan apa yang kita mau. Jauh itu menahan, menahan untuk agar tidak marah-marah, karena dia pun sama merindukan apa yang kita rasakan, yang membedakan adalah pembawaannya.

Kamis, 06 November 2014

Karena Apa Yang Kita Cintai, Patut Diperjuangkan.

Perkenalkan namaku Bunga (Nama disamarkan) usiaku 20tahun, aku mau berbagi sedikit kisah LDR bersama pasanganku Mas Dwi (Nama disamarkan) yang usianya 27 tahun. Semoga kisah ini member inspirasi untuk teman-teman LDR.
Aku dan mas Dwi sudah pacaran sejak 4 tahun lalu, tepatnya tahun 2010. Usia kami terpaut 7 tahun. Perkenalanku dengan mas bermula dari media sosial. Aku dari cirebon, dan mas Dwi dari semarang. Tak ada perasaan apa-apa saat itu, entah karena kami tidak pernah tegur sapa, atau memang hubungan kami hanya sebatas teman chatting. 3 bulan dari perkenalan, kami bertemu di Cirebon. Setelah pertemuan singkat itu, mulai ada rasa yang tak biasa. Ternyata kami berdua saling jatuh cinta. Dari situ kami memutuskan untuk pacaran. Walaupun semenjak awal pacaran kami memang sudah sepakat untuk backstreet dari orang tua kami masing-masing, karena di antara kami berdua terhalang oleh keyakinan.
Pada saat usia hubungan kami masih 3 bulan, Mas Dwi harus pergi meninggalkan tanah kelahirannya, untuk menimba ilmu di Jerman. Dengan berbekal pengalaman LDR Cirebon-Semarang dan penguatan dari mas, aku bisa melepaskan untuk sementara waktu, meskipun di awal perpisahan hati mulai berontak. Kali ini bukan hanya masalah jarak, tapi inipun menyangkut masalah waktu. Bulan demi bulan terlewati walau hanya berkomunikasi seperlunya, dikarenakan kesibukanku yang baru memasuki perguruan tinggi, begitupun dengan mas Dwi.
4 bulan pertama dilewati dengan begitu mudahnya, sampai pada bulan ke-5  muncul orang ketiga dari pihak mas Dwi, sehingga setiap kali berkomunikasi kami akhiri dengan pertengkaran. Disusul dengan keluargaku yang lambat laun mengetahui tentang hubungan kami. Akupun ditentang keras oleh keluargaku agar segera mengakhiri hubunganku bersama mas Dwi, karena perbedaan keyakinan. Pada saat itu aku tidak langsung memutuskan hubungan kudengan mas Dwi. Langkah yang aku ambil saat itu adalah dengan berbicara meskipun lewat videocall. Aku ceritakan semua apa yang menjadi masalahku dengan keluarga, seketika itupun yang kulihat dari layar komputer dia hanya diam, lalu ada air mata yang mengalir dengan sendirinya. Tak ada kata yang keluar satu pun dari mulut Mas Dwi. Bukannya kami tak mau mempertahankan hubungan ini, tapi kami berfikir menyangkut keyakinan, keluarga dan masa depan. Ya, kami putuskan untuk mengakhiri hubungan ini.
8 bulan sudah setelah kami berpisah tanpa komunikasi. Di setiap ibadahku, tak lupa aku menyelipkan do’a untuk diberikan jodoh yang terbaik, dan yang paling utama adalah seiman. Tak pernah kuduga sebelumnya, setelah 8 bulan tanpa komunikasi, Mas Dwi datang menemui ayah dan ibuku. Terang saja Mas Dwi langsung di tolak, keluargaku tak ada yang mau menemui Mas Dwi. Mas Dwi tak menyerah sampai disitu, dia kembali lagi untuk menjelaskan maksud dari kedatangannya kerumah. Walaupun keluargaku tetap tak terima, aku memohon kepada ayah dan ibuku untuk mendengarkan maksud dari kedatangan mas Dwi ke rumah, karena saat itupun aku tak tau apa yang menjadi maksud kedatangannya. Akhirnya keluargaku mempersilahkan Mas Dwi untuk masuk ke rumah, dan menjelaskan maksud dari kedatangannya.
Ternyata maksud dari kedatangan Mas Dwi ke rumah adalah untuk melamarku. Seketika itupun ayah dan ibuku menolak lamaraannya karena mereka tau Mas Dwi berbeda keyakinan dengan keluargaku. Lalu diapun menerangkan bahwa 7 bulan lalu, sesudah kami berpisah Mas Dwi memutuskan telah berpindah agama dengan keyakinanku. Aku terkejut mendengar pernyataan itu, karena aku tau memutuskan untuk seiman denganku tidaklah mudah, pasti banyak sekali tentangan dari kerabat ataupun sahabat, tapi Mas Dwi menjelaskan bahwa keluarganya bisa menerima atas kepindahan agamanya. Ayah dan ibuku pun mulai luluh dan mulai merestui hubungan kami, karena beliau melihat kegigihan Mas Dwi untuk mendapat restu dari beliau.
Setelah mengantongi restu orang tuaku, Mas Dwi kembali lagi ke Jerman. 3 bulan setelah itu Mas Dwi datang lagi ke rumahku untuk resmi melamarku, kali ini Mas Dwi datang bersama keluarganya. Karena usia Mas Dwi yang sudah cukup, maka dia meminta kepada orang tuaku untuk menikahiku. Meskipun saat itu usiaku masih terbilang sangat muda untuk menikah yakni 18 tahun, orang tuaku merasa yakin melepasku kepada Mas Dwi, karena beliau yakin, Mas Dwi adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Saat itupun kedua belah pihak seraya menentukan tanggal yang pas untuk akad nikah kami. Dipilihlah bulan Nopember 2012, bulan dimana Mas Dwi menjabat tangan ayahku untuk mengucap janji suci dihadapan Tuhan. Ya, sebulan dari prosesi lamaran, di karenakan mas Dwi harus segera kembali ke Jerman.
Alhamdulillah, meskipun setelah 2 bulan menikah harus LDR (lagi) selama 1 tahun untuk menyelesaikan sekolahnya, akan tetapi perjuangan di waktu yang singkat itu terbayar dengan kebahagiaan karena bisa menemani Mas Dwi sampai akhirnya diwisuda, bukan sebagai pacar, tapi sebagai seorang istri. Buah dari perjuangan ini adalah dengan tinggalnya kami berdua dalam satu atap. Ya aku mengikuti suamiku untuk menetap di Jakarta.

Semoga kisah kami berdua memberikan inspirasi terlebih pada pasangan LDR yang berbeda keyakinan.
***
Hallo temen-temen LDR dimanapun berada, kita masih membuka untuk kamu yang mau share kisah LDR-nya, untuk syaratnya silahkan baca di bawah ini. 

Ditunggu #LDRStory-nya di email kita ya, semoga pengirim kisah makin tambah langgeng karena dibaca dan menginspirasi ratusan ribu temen-temen di @LongDistance_R.

Info buku Kumpulan kisah LDR dan Buku LDR lainnya di sini Tips biar langgeng juga ada di sini.


Rabu, 08 Oktober 2014

Jarak Jauh, Terbit 24 Oktober 2014 [Coming Soon]


Judul: Jarak Jauh 
Tebal: 192 Halaman
Terbit: Oktober 2014
Harga: 43,000,-

Blurb: 

Cewek: “Lama banget sih angkat teleponnya? Lagi ngapain? Kamu selingkuh, ya?”
Cowok: “Tuh kan, curiga terus. Kan aku lagi sibuk di sini. Nggak ngerti banget, sih?”
Cewek: “Kamu masih cinta nggak sih sama aku. Kok jawabnya pendek banget. ‘Iya. Nggak. Oke. Sip. Lagi di jalan.’ Udah, gitu doang.”
Cowok: “Emang beneran lagi di jalan. Kamu nggak percaya banget, sih. Capek ah. Ribet kalo pacaran diginiin terus.”

Kamis, 06 Februari 2014

SUMO, Susah Move On Dan Cara Mengatasinnya.

"Min gimana sih cara ngatasin move on? apa lagi kalau LDR, banyak pengorbanan yang gak sedikit dan itu susak dilupain" Okelah gue mulai ini agak sulit, juga, sih. Orang move on, sama kayak orang beduka, yang berduka melainkan hanya isi hatinya aja,  yang terisi sudah sekian lama dan harus menerima kenyataan pahit harus berpisah, dengan alasan "Kita kayaknya udah gak bisa lanjut" dan kemudian menghasilkan masa lalu dan kenangan bersamanya, lalu menghasilkan kegalauan tiada akhir, oke ini lebai. 

Masalah sulit di-move on karena emang susah buat menghilangkan kenangan, udah lama pacaran, udah lama nunggu dia, udah banyak pengorbanan waktu dan materi yang dikeluarkan untuk si dia yang jauh disana. Eh gak taunya putus di tengah jalan, ugh, sakit, sakit pisaaan lah. 

Terus, kalau kamu masih bingung sama orang yang susah move on, ini berikut orang-orang yang sumo, susah move on dan mengakibatkan jombi, jomblo bingung.

Sok dibaca: 

1. Denger Lagu Galau.


Orang susah move on emang dilema kalau dideketin, kalau kita deketin dia suka bawa-bawa masalalu sama pacarnya suka curhat tentang dia terus, suka muterin lagu-lagu tentang kenangan dengan dia, mendadak nunduk kalau udah muterin lagu yang bertemakan Mantan. Ya mau gimana lagi, karena lagu adalah mesin waktu yang paling praktis, ketika denger satu lagu tersebut seketika mendadak inget "Wah lagu ini pernah denger bareng dia dulu, malah pertama denger lagu ini dari dia, jadi inget dia kan" mendadak nunduk, galau beberapa detik kemudian ngurek-ngurek tanah. Atau juga playlist lagu galaunya sering dishare di twitter, path, BBM, dan social media lainnya. Biar terkesan kalau dia lagi kangen sama mantannya, atau biar diperhatiin sama para jombi, jomblo bingung. 

2. Suka Murung Dan Susah Diajak Main. 


Ada juga spesies yang seperti ini, ketika baru putus sama pacarnya, dia masih susah lupain kegiatan apa aja yang dilakuin mantannya, suka diem di rumah, berharap mantan nanya kabar, dan berharap terus untuk balikan. Dia gak mau bilang kangen duluan, mesti mantannya yang bilang kangen. Susah juga kalau diajak main, apa lagi ke luar rumah. "Broh dimana? Gue di depan rumah lo nih sama anak-anak yang lainnya" dia cuma bales "Gue gak di rumah, lagi di luar" padahal posisi dia lagi mojok di kamar muterin lagu kenangan mantan, dan tiba-tiba terdengar jeritan "Lumpuhkanlah ingatanku Hapuskan memoriku tentang dia Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia ku ingin ku lupakannya"  Ya meskipun itu jeritan dalam hati.

3. Ngetwit Suka Bahas Mantan. 

Sering banget kalau temen kamu ada yang baru putus, terus suka bahas apa yang mantan lakuin kalau jam sekian, terus inget kebaikan-kebaikan yang mantannya lakuin ke dia, dan itu susah dilupain. Gak jauh-jauh ke temen kamu deh. Contohnya kamu aja kalau gitu, inget gak kalau kamu abis berantem hebat sama dia, dan hubungan sedang diambang-ambang atau parahnya sampe putus. Kamu sering ngeluapin emosi kamu di twitter, bikin twit kemarahan ke social media. Efeknya ya biar kamu dapet temen curhat, terus cocok kemudian jadian, ah sesimple itu memilih hidup. Padahal baiknya, ya, jangan sampe lah kalau kamu marah terus ngeluapin ke social media, gak ada efek positifnya.


Sabtu, 01 Februari 2014

Yang Dilakukan LDR Ketika Malam Minggu.

Holla, selamat malam semuanya, hubungan kamu aman? Iya, yakin aman kok. Tapi kalau malam minggu biasanya ada aja yang hampir gak aman, bahkan ada yang diambang-ambang. karena kangennya ngambang. Kalau malam minggu tuh ya, dimana kamu harus nahan sabar, ngelus dada sebanyak-banyaknya, dan terakhir kamu harus nahan iri ketika yang lain pacaran. Pokoknya LDR kalau malam minggu udah kayak kakaknya jomblo, cuma beda bapak, beda ibu, aja sih.

Dan disini tugas mimin sebagai penghibur temen-temen para tunasentuhanpacar. Kamu gak mesti takut ketika malam minggu dan kamu sendirian, mimin mau ngasih tau tips apa yang mesti kamu lakukan ketika LDR. Oke mari dieja point-pointnya.  


1. Gunakan Video Call Untuk Semi Ketemuan.

Anak LDR itu dituntut untuk melek perkembangan teknologi dan engga gaptek. Kalau selama ini kamu ngandelin smsan, bbman, dan telponan aja. Itu tidak menutup kemungkinan sipacar bakal jenuh dan semu. Coba sekali-kali pake aplikasi yang mempermudah kita untuk ketemuan sama pacar meskipun melalui layar. Video call kan salah satu alternatif biar kamu bisa liat senyumnya dia secara langsung. Contoh aplikasi yang mudah untuk video call, Skype, line, dan kalau ada tambahan silahkan dishare di tab comment.




Senin, 27 Januari 2014

Tips Nyaman Ketika LDR.

Apa kabar semuanya, maksudnya, hmmm... Hubungannya, semoga masih baik-baik aja, ya. Dan yang diambang-ambang kamu mesti-harus-wajib-kudu baca postingan mimin kali ini. 

Kali ini, mimin mau merincikan apa aja yang seharusnya kamu lakukan ketika kamu LDR. ini enaknya untuk yang baru LDR atau kamu yang sudah lama dengan nama yang menyakitkan tadi, LDR. Lungo Dewekan Ropopo. Ya itulah, pengen nulis yang asik-asik dalam LDR. semoga kamu bisa mengaplikasikannya dengan pacar kamu nanti.


Pada dasaranya, LDR itu gak begitu menyakitkan, sih. Ya-wa-lau-pun-itu bener-bener menyakitkan. Misalnya, kalau lagi kangen, emosi terus bawaannya, cemburuan yang bener-bener bikin hubungan hampir ‘Fail’, dan perasaan yang bener-bener diaduk kalau pacar gak ada kabar. Gak perlu khawatir, disini mimin mau ngasih tau satu persatu apa yang mesti kamu lakukan dalam Hal menyakitkan ini dan yang membuat kamu nyaman ketika LDR, mari dibaca: 


1. Definisikan Tujuan Hubungan, "Mau sejauh mana?"

Maksud dari definisikan bukan berarti suruh definisiin pacar kamu seperti apa. Ini maknanya sangat luas, sebenernya kamu sama pacar yang jaaaaauuuuh ini mau kemana hubungannya, nah dari situ parameter hubungan kamu bisa keliatan. Kalau engga mau serius dan cuma "Yaudah kita jalanin aja, kalau serius aku belum siap" ya udah sabarin aja, dan keliatan kalau nanti ujungnya ketebak bakal engga beres, kenyataannya dia main-main disana, pada akhirnya kamu juga yang dipermainkan dan udah udah nunggu lama. Tapi, kalau tujuan hubungan kamu "Ya udah, Sayang, tahun ini aku kuliah dulu, belajar yang serius, terus kerja, kalau kita udah sama-sama kerja, kita nabung untuk nikah" pokoknya adem kalau udah denger omongan tadi. Tapiii kalau cuma omongan aja mending gak usah, yang dibutuhkan adalah bukti, buktiin kalau kamu serius dan gak bikin dia galau sepanjang masa ketika nungguin kamu. Engga enak euy galau itu, apalagi kalau LDR-nya gagal di tengah jalan, ugh, sumo; susah move on nantinya. Jadi, udah pada tau kan hubungan kamu sama dia yang disanaaaa mau kemana? Ke KUA, inget kalau mau ke KUA jalani hubungan dengan serius dan sedewasa mungkin, kamu tau persentasi 'GAGAL'-nya hubungan jarak jauh itu 70%, tinggal pilih aja, kamu mau yang di-70% tadi atau yang di-30%, milih emang gampang, tapi semua butuh bukti, inget buktiin kalau kamu mau yang di 70% tadi. Eh, di 30%. Semoga langgeng, Amin. Jangan lupa beli buku mimin juga.